Sejarah Ponpes
Assalaf
Cikal bakal Madrasah Ibtidaiyah Assalaf tidak bisa
dilepaskan dan riwayat perjuangan KH. Muhamad Salim, yang memberikan pendidikan
dan pengajaran agama Islam dengan sistem bandungan atau sorogan di lingkungan Kampung
Bojong Desa Pameuntasan (dulu) yang berasal dan warga sekitar (santri kalong).
Dalam generasi pertama ilmu-ilmu agama yang dikaji masih tingkat dasar dan
belum teratur, karena para santrinya masih terbatas pada kerabat dekat dan
warga sekitar. Namun sepeninggal KH. Muhamad Salim pada tahun 1979 pondok
pesantren yang sudah dirintis beliau dilanjutkan oleh KH. Muhamad Ahid, S. Ag.
Baru setelah periode KH. Muhamad Ahid, S. Ag, kegiatan
pendidikan dan pengajaran agama Islam sekitar periode 1980-an lebih berkembang
lagi dengan didirikannya Lembaga Formal, yaitu Madrasah Ibtidaiyah pada tahun 2007 sebagai
media untuk pembelajaran agama Islam di lingkungan Kp. Bojong Desa Gajah Mekar.
Sebelum mendirikan Madrasah Ibtidaiyah formal dan pesantren, Beliau sudah
memiliki sejumlah kegiatan, antara lain mendirikan pendidikan madrasah diniyyah
bagi anak-anak dilingkungan sekitar pada tahun 1979. Selain itu KH. Muhamad
Ahid juga memiliki majelis ta’lim, dan pendidikan pesantren dengan sistem salaf
(bandungan dan sorogan) yang ada di lingkungan Kp. Bojong khususnya. Pada awal
berdirinya pondok pesantren Assalaf bagi santri yang mukim masih menempati kobong
yang sederhana karena belum memiliki bangunan permanen.
Setelah itu pada tahun 2009 beliau mendirikan Yayasan Pendidikan
pondok Pesantren Assalaf dan pada tahun 2012 membangun gedung sekolah MTs Assalaf
sebagai lembaga formal pertama dengan akte notaris No. Aris Iskandariah,
S.H.,M.Kn. No. -1- 2014 yang
diproyeksikan untuk menampung kegiatan pendidikan bagi masyarakat sekitar dan
diresmikan pada tanggal 3 Juli 2012. Kemudian disusul membangun asrama putra di
sebelah utara bangunan utama dan untuk pondok putrimasih menggunakan rumah
beliau.
Pada masa-masa awal berdiri Ponpes Assalaf, beberapa kendala
dihadapi, diantaranya :
1. Tempat tinggal yang masih
sangat sederhana, sistem pembelajaran yang hanya diampu KH. Muhamad Ahid saja;
2. Datangnya santri tidak
homogen. Ada yang masuk ketika awal-awal pembelajaran, tapi ada juga yang masuk
ketika mendekati semester akhir dengan berbagai alasan, dan setelah lulus
langsung pulang (kembali ke daerah asal) sehingga mondoknya tidak terlalu lama.
3. Sistem pendidikan belum
tertata secara rapi.
4. Kurikulumnya masih
sederhana dengan mengutamakan ilmu-ilmu alat: nahwu dan shorof dengan referensi
kitab Jurumiyyah (nahwu) dan Amtsilatu Tashrifiyyah (shorof).
5. Model pembelajarannya klasikal dengan pelajaran ilmu nahwu, kajian kitab Durrotu Nasihin, Irsyadul Ibad, Tafsir Jallain dan kitab-kitab lainnya.
Pada tahun 2007 para putra beliau sudah menyelesaikan belajarnya di beberapa Universitas yang waktu itu juga mengajar di MTS Pameuntasan. Putra-putra beliau mulai diberdayakan untuk mengelola Lembaga MI dan MTs. Struktur organisasi pondok sudah terbentuk pada awal berdirinya pondok walaupun masih sangat sederhana.![]() |
| Ziarah Karuhun |
- Sudah berusia 7 tahun.
- Mengisi Formulir Pendaftaran DITANDA TANGAN
- Foto kopi kartu PKH/KPS/KIP (Bagi yang punya)
- Fotokopi Akte Kelahiran sebanyak 1 lembar
- Foto kopi Kartu Keluarga sebanyak 1 lembar
- Foto kopi KTP kedua orang tua/wali sebanyak @1 lembar
- Menandatangani surat pernyataan bahwa sanggup mentaati tata tertib sekolah
- Membayar administrasi Pendaftaran sebesar Rp. ...................... (Sesuai kemampuan)
- Muhamad Mufti MBS : Juara 2 Matematika kelas 5
- Siti Nuriyah Anwar : Juara 2 Matematika kelas 4
- Saptadji Maulana : Juara 1 PAI kelas 4 se-korwil 7 Bandung
- Siti Halimah Sadiyah (Juara Calistung kelas 3 Tingkat KKMI ^ Tahun 2018) Sekaligus Juara 2 Calistung kelas 3 Tingkat Kabupaten Se-Kabupaten Bandung

























